-OM SWASTYASTU-

Minggu, 15 September 2013

PENTINGNYA JATI DIRI DAN WAWASAN BANGSA DI ERA GLOBALISASI

NAMA   : NGR. PUTU RAKA NOVANDRA ASTA
NIM       : 135150201111207
KELOMPOK  : 65
PROGRAM STUDI/JURUSAN : PTIIK/ TEKNIK INFORMATIKA






Di era globalisasi seperti sekarang ini banyak sekali kaum muda yang melupakan arti jati diri mereka padahal jati diri merupakan sebuah pedoman identitas seseorang yang jelas sehingga siapa pun tahu tentang orang tersebut. Untuk mencapai penemuan Jati Diri bisa dimulai dari fisik ujung rambut sampai ujung kaki melalui diri sendiri. Setelah mengetahui karakter fisik, dengan penelusuran inti, jiwa semangat, dan daya gerak dari dalam yang berkaitan dengan spiritualitas. 
Mudahnya penelusuran rohani seseorang. Untuk mengetahui dan mencapainya dengan cara menelusuri, ke manakah dan di manakah sukma, roh, arwah, nyawa kita selagi tidur. Bila belum tahu aku siap membimbing siapa saja yang mau. Dengan pemahaman jasmani dan rohani tersebut maka seseorang menemukan Jati Diri. Tinggal bagaimana mengkesplorasi Jati Diri, apakah positif atau negatif. Jika orang itu bersifat positif maka orang itu akan memiliki sifat: baik hati, bijaksana, saling tolong-menolong, dermawan, cinta kasih, tanggung jawab dan sbg. Namun berbanding terbalik dengan orang yang memiliki sifat negatif, orang itu akan cenderung bersifat: tidak bertanggung jawab, tidak bijaksana, memiliki sifat rakus, memiliki sifat yang tidak mau berbagi dengan orang lain. Maka dari sekaranglah berfikir pilihlah ke arah mana anda akan melangkah dan mengenali arti jati diri anda untuk menjadi pedoman anda dalam berkarir.

Selain anda harus memiliki jati diri anda harus juga memiliki wawasan yang luas dalam membangun bangsa ini. Wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan bela negara perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda khususnya para pelajar, sehingga mereka dapat memahami dan menghayatinya. Wawasan kebangsaan sendiri memiliki arti yaitu sebagai sudut pandang / cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang diri dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan kebangsaan menentukan cara suatu bangsa mendaya gunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa menempatkan diri dalam tata hubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa bangsa lain di dunia internasional.
            
            Wawasan bangsa tersendiri memiliki nilai-nilai penting dalam memahami keberadaan jati diri suatu bangsa . Sama hal dengan slogan yang pernah dikatakan ir.Soekarno beliau pernah mengatakan bahwa “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah atau jas merah” yang merupakan semangat bagi generasi muda Indonesia, karena dengan mengetahui sejarah, generasi muda akan mengerti jerih payah generasi pendahulu dalam membangun negara dan bangsa ini. Dengan mengetahui sejarah itu pula generasi muda akan bangkit dengan rasa nasionalisme dan akan menimbulkan rasa patriotisme terhadap bangsa dan Negara tercinta ini.

Ada perwujudan empat pilar kebangsaan Indonesia yang menjadi dasar kekuatan bangsa Indonesia. Keempat pilar tersebut yakni Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Saat ini pola kehidupan remaja atau generasi muda  kurang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dalam ideoiogi Negara, sikap toleransi dan tanggung jawab menjadi bagian dalam kehidupan berkebangsaan. Dengan memegang teguh keempat pilar tersebut maka generasi muda diharapkan mampu memperbaiki tatanan masyarakat di era akan datang. Sebab generasi muda  akan menjadi pemimpin negara di masa akan datang. Di antara ribuan pelajar sekarang ini, siapa tahu ada yang menjadi pemimpin dimasa depan. Karena itulah, pemahaman empat pilar ini menjadi poin penting kita untuk menjadikan negara kita kokoh dalam kesatuan RI.

Sejak reformasi telah berkembang berbagai isu: jati diri dan integritas nasional, persatuan dan kesatuan bangsa, kualitas SDM, penguasaan Ipteks, dan pertumbuhan ekonomi. Jati diri dan integritas nasional perlu dijaga agar tidak terancam oleh masuknya berbagai pengaruh nilai ideologi dan sosial budaya global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kualitas SDM yang belum memadai menjadi kendala untuk meraih kemampuan daya saing bangsa, mencari solusi permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat agar civitas akademika yang ada dan para lulusannya memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dalam menjalankan profesinya dengan tetap terus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan zaman.

Maka dari itu sebagai generasi muda kita harus mengenali jati diri kita dan meresapi wawasan kebangsaan yang kita miliki agar kelak dapat menjadi pedoman dalam menentukan karir kita dalam melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan mengamalkan keempat pilar bangsa kita yakni Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika . Serta kita menjadi menjadi insan yang memiliki integritas, cerdas, dan kompetitif serta dapat meningkatkan aktualisasi diri sekaligus bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.

“Jati diri bangsa kita di dalamnya tedapat nilai-nilai dasar berupa adat istiadat dan nilai –nilai kerarifan local ini di jadikan sebagai dasar dan sebagai acuan bagi kita sebagai bangsa Indonesia di dalam mengembangkan sains dan teknologi”








           

2 komentar: