NAMA : NGR. PUTU RAKA NOVANDRA ASTA
NIM : 135150201111207
KELOMPOK : 65
PROGRAM STUDI/JURUSAN : PTIIK/ TEKNIK INFORMATIKA
Di
era globalisasi seperti sekarang ini banyak
sekali kaum muda yang melupakan arti jati diri mereka padahal jati diri
merupakan sebuah pedoman
identitas seseorang yang jelas sehingga siapa pun tahu tentang orang tersebut. Untuk
mencapai penemuan Jati Diri bisa dimulai dari fisik ujung rambut sampai ujung
kaki melalui diri sendiri. Setelah mengetahui karakter fisik, dengan
penelusuran inti, jiwa semangat, dan daya gerak dari dalam yang berkaitan
dengan spiritualitas.
Mudahnya
penelusuran rohani seseorang. Untuk mengetahui dan mencapainya dengan cara
menelusuri, ke manakah dan di manakah sukma, roh, arwah, nyawa kita selagi
tidur. Bila belum tahu aku siap membimbing siapa saja yang mau. Dengan
pemahaman jasmani dan rohani tersebut maka seseorang menemukan Jati Diri.
Tinggal bagaimana mengkesplorasi Jati Diri, apakah positif atau negatif. Jika
orang itu bersifat positif maka orang itu akan memiliki sifat: baik hati,
bijaksana, saling tolong-menolong, dermawan, cinta kasih, tanggung jawab dan
sbg. Namun berbanding terbalik dengan orang yang memiliki sifat negatif, orang
itu akan cenderung bersifat: tidak bertanggung jawab, tidak bijaksana, memiliki
sifat rakus, memiliki sifat yang tidak mau berbagi dengan orang lain. Maka dari
sekaranglah berfikir pilihlah ke arah mana anda akan melangkah dan mengenali
arti jati diri anda untuk menjadi pedoman anda dalam berkarir.
Selain anda harus memiliki jati diri anda harus juga memiliki wawasan yang luas dalam membangun bangsa ini. Wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan bela negara perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda khususnya para pelajar, sehingga mereka dapat memahami dan menghayatinya. Wawasan kebangsaan sendiri memiliki arti yaitu sebagai sudut pandang / cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang diri dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan kebangsaan menentukan cara suatu bangsa mendaya gunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa menempatkan diri dalam tata hubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa bangsa lain di dunia internasional.
Wawasan bangsa tersendiri memiliki nilai-nilai penting dalam memahami keberadaan jati diri suatu bangsa . Sama hal dengan slogan yang pernah dikatakan ir.Soekarno beliau pernah mengatakan bahwa “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah atau jas merah” yang merupakan semangat bagi generasi muda Indonesia, karena dengan mengetahui sejarah, generasi muda akan mengerti jerih payah generasi pendahulu dalam membangun negara dan bangsa ini. Dengan mengetahui sejarah itu pula generasi muda akan bangkit dengan rasa nasionalisme dan akan menimbulkan rasa patriotisme terhadap bangsa dan Negara tercinta ini.
Ada perwujudan empat pilar kebangsaan
Indonesia yang menjadi dasar kekuatan bangsa Indonesia. Keempat pilar tersebut yakni
Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal
Ika. Saat ini pola kehidupan remaja atau generasi muda kurang
mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dalam ideoiogi Negara, sikap toleransi dan
tanggung jawab menjadi bagian dalam kehidupan berkebangsaan. Dengan memegang
teguh keempat pilar tersebut maka generasi muda diharapkan mampu memperbaiki tatanan
masyarakat di era akan datang. Sebab generasi muda akan menjadi pemimpin negara di masa akan
datang. Di antara ribuan pelajar sekarang ini, siapa tahu ada yang menjadi
pemimpin dimasa depan. Karena itulah, pemahaman empat pilar ini menjadi poin
penting kita untuk menjadikan negara kita kokoh dalam kesatuan RI.
Sejak reformasi telah berkembang
berbagai isu: jati diri dan integritas nasional, persatuan dan kesatuan bangsa,
kualitas SDM, penguasaan Ipteks, dan pertumbuhan ekonomi. Jati diri dan integritas
nasional perlu dijaga agar tidak terancam oleh masuknya berbagai pengaruh nilai
ideologi dan sosial budaya global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia. Kualitas SDM yang belum memadai menjadi kendala untuk meraih
kemampuan daya saing bangsa, mencari solusi permasalahan-permasalahan yang
terjadi di masyarakat agar civitas akademika yang ada dan para lulusannya
memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dalam menjalankan profesinya dengan tetap
terus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan zaman.
Maka dari itu sebagai generasi muda kita harus mengenali
jati diri kita dan meresapi wawasan kebangsaan yang kita miliki agar kelak
dapat menjadi pedoman dalam menentukan karir kita dalam melangkah ke jenjang
yang lebih tinggi lagi dan mengamalkan keempat pilar bangsa kita yakni Pancasila,
UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika . Serta
kita menjadi menjadi insan yang memiliki
integritas, cerdas, dan kompetitif serta dapat meningkatkan aktualisasi diri
sekaligus bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.
“Jati diri bangsa kita
di dalamnya tedapat nilai-nilai dasar berupa adat istiadat dan nilai –nilai
kerarifan local ini di jadikan sebagai dasar dan sebagai acuan bagi kita
sebagai bangsa Indonesia di dalam mengembangkan sains dan teknologi”

Artikel Jatidiri Penggerak Wawasan Menarik nih :)
BalasHapusterima kasih
BalasHapus